Ciri-ciri Panjat sosial "Social Climber"
1. Kerap Memposting Merek di Social Media
Melalui sosial media, banyak yang bisa kita bagikan. Mulai dari ilmu pengetahuan, kehangatan keluarga, informasi terkini dan lain-lain. Bagi para Social Climber, biasanya mereka hanya memposting kemewahan dari beragam merek ternama. Misalnya, pagi-pagi foto minum Starbuck, lalu siangnya berbelanja sepatu Prada dan seterusnya.
2. Update Status Kerap Mencari Perhatian
Update status yang dilakukan oleh para Social Climber, umumnya tidak berkualitas dan hanya kerap mengundang perhatian. Contohnya seperti, "Wah, besok pakai gaun yang dari Perancis atau Italia ya". Padahal tidak ada satupun yang peduli, kecuali sesama Social Climber yang memang bersaing popularitas.
3. Menutupi Jati Diri Sebenarnya
Umumnya, biasa sosial media memudahkan kita untuk mencari informasi mengenai seseorang. Tapi tidak untuk Social Climber. Mereka sebisa mungkin hanya memperlihatkan kemewahan mereka, menyembunyikan semua fakta. Apalagi jika memang ternyata fakta tersebut membuat mereka terlihat sederhana.
4. Gemar Menampilkan Foto Seksi
Untuk menarik perhatian sana-sini, umumnya Social Climber tidak segan-segan berpakaian seksi. Bahkan kerap berfoto hanya pakai pakaian dalam. Lalu begitu kamu mencoba menggoda karena tertarik, kamu justru dimarahi karena dianggap mesum. Oh iya, ini untuk Social Climber wanita ya. Kalau pria Jaka belum bisa membayangkan.
5. Tidak Memiliki Prestasi Atau Karya
Kemewahan dan kemewahan, tidak memiliki prestasi atau karya. Inilah ciri paling terakhir dari Social Climber. Karena menurut mereka, kemewahan adalah cara terbaik atau satu-satunya untuk menaikan status sosial. Baik seperti menyanyi atau kontribusi dalam dunia sains, sama sekali tidak menarik untuk mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar